Bali Wedding Planner

BALI TOUR TRAVEL

Yuk Liburan ke Bali

It's Over, Milan 1- Juve 1, Scudetto for Inter

At San Siro it finished Milan-Juventus 1-1 in the Sunday evening match of the 35th matchday of Serie A. The Rossoneri went in front in the 57th minute with Clarence Seedorf's goal, Juventus drew in the 60th minute with Vincenzo Iaquinta's goal.

MILAN-JUVENTUS: OFFICIAL FORMATIONS5/10/2009

MILAN : Kalac; Flamini, Maldini, Favalli, Zambrotta; Beckham, Pirlo, Ambrosini; Seedorf; Kakà, Inzaghi.
JUVENTUS: Buffon; Grygera, Legrottaglie, Chiellini, De Ceglie; Camoranesi, Poulsen, Zanetti, Marchionni; Iaquinta, Amauri.

Milan - Juve Draw!!

Sial , Milan hanya seri lawan Juventus...
harusnya ada 2 penalti buat Milan di partai ini
Laga big match antara AC Milan kontra Juventus berakhir tanpa pemenang. Sebuah gol Clarence Seedorf dibalas Vicenzo Iaquinta yang membuat pertandingan berkesudahan imbang 1-1.

Di Giuseppe Meazza, Senin (11/5/2009) dinihari WIB, laga berjalan panas sejak menit awal. David Beckham jadi pemain pertama yang namanya di catat wasit setelah dia dapat kartu kuning ketika laga baru berjalan tiga menit akibat menekel dari belakang Nicola Legrottaglie.

Shot on goal pertama tercatat mengarah ke gawang Milan, yang dalam laga tersebut dikawal Zeljko Kalac, saat tendangan Cristian Poulsen setelah menerima umpan panjang dari Amauri melebar jauh dari gawang. Tekanan Juve berlanjut lewat Marco Marchionni yang tinggal berhadap-hadapan dengan Kalac, namun kiper asal Australia itu dengan cepat keluar dari sarangnya untuk mengindarkan gol terjadi.

Gawang Milan kembali dalam ancaman di menit 17 saat Iaquinta mampu menusuk hingga kotak penalti dan sepertinya sudah berhasil memperdaya Maldini yang menjadi pemain bertahan terakhir Milan. Namun sepakan striker Italia itu mentah lantaran keburu diblok Mathieu Flamini yang tiba-tiba datang.

Nama Flamini kembali muncul saat gawang Milan lagi-lagi berada di bawah ancaman. Kali ini dia mengawal dengan ketat Iaquinta tepat di muka gawang saat menerima umpan panjang Zdenek Grygera, hal mana membuat defender Juventus itu terjatuh dan mengklaim penalti. Permohonan yang tak diberikan wasit.

Selanjutnya gantian Milan yang membangun serangan melalui Kaka yang punya peluang emas saat melakukan kerjasama satu-dua dengan Filipo Inzaghi di muka kotak penalti. Sempat beberapa saat kehilangan bola, Kaka yang bergerak lebih cepat dari Gianluigi Buffon untuk menyambar bola gagal mengarahkan si kulit bundar ke arah yang diinginkan.

Kondisi nyaris serupa terjadi pada Pippo beberapa saat berselang, lolos dari jepitan dua bek Bianconeri, sepakan Inzaghi saat tinggal berhadapan dengan Buffon melayang tinggi di atas sasaran. Sementara tendangan Kaka dari luar kotak penalti mengarah tepat ke pelukan kiper yang kabarnya tengah diincar Manchester City itu.

Sementara peluang lanjutan tim tamu melalui tendangan Paulesen juga tak membuahkan hasil. Sepakannya dari luar kotak penalti terlalu lemah, pun arahnya masih menyamping dari gawang Milan.

Di awal babak kedua Milan kembali langsung menekan lawannya. Kesempatan yang dibuka lewat tandukan Inzaghi meneruskan crossing Beckham di sisi kanan, namun meski dalam posisi bebas, striker kurus itu tak bisa mengarahkan bola ke dalam gawang.

Juventus tak diam saja karena di menit 49 Amauri nyaris menghukum Kalac atas kesalahannya saat gagal mengamankan bola dengan sempurna. Diawali tendangan Iaquinta dari sudut sempit yang terlepas dari pelukan Kalac, upaya Amauri menjebol gawang Milan dengan melakukan rebound terhalang tekel Flamini.

Milan akhirnya membuka keunggulan di menit 57 lewat Seedorf. Adalah Gianluca Zambrotta yang membidani lahirnya gol di menit 57 ini saat dia merebut bola dan langsung melepaskan umpan panjang pada Filippo Inzaghi yang berlari bebas di sisi kanan pertahanan Juventus.

Umpan Pippo ke kotak penalti gagal ditendang dengan sempurna oleh Massimo Ambrosini, namun bola yang membentur pemain bertahan Juventus dan mengarah ke tiang jauh disambar Seedorf tanpa bisa dihalau Gianluigi Buffon.

Tapi keunggulan Milan tak bertahan lama karena Iaquinta membawa Juve kembali ke posisi imbang. Tandukkannya usai memenangi duel dengan Flamini saat menyambut umpan Mauro Camoranesi mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Tensi pertandingan kembali meninggi di menit 66 saat Paolo Maldini terlihat mencengkram kerah jersey Chiellini. Kapten Milan itu harus ditenangkan oleh Buffon, dan menerima kartu kuning atas tindakannya tersebut.

Pippo nyaris membuat Milanisti melonjak kegirangan saat dia tepat menerima umpan tendangan sudut dari sisi kanan, namun bola yang berusaha dibelokkannya kembali melayang di atas gawang. Sementara upaya Del Piero menjebol gawang Kalac pupus lantaran dia terpeleset saat akan menendang bola di dalam kotak penalti.

Sebuah sebuah klaim penalti Alexandre Pato yang dijatuhkan Legrottaglie dimentahkan wasit, Milan justru harus bermain dengan 10 orang menyusul diusirnya Zambrotta karena melanggar Del Piero dari belakang. Meski bermain dengan skuad lebih sedikit, pasukan Carlo Ancelotti tetap mampu menekan Juventus.

Sebuah klaim penalti lain diminta Ronaldinho saat dia terjatuh kala berebut bola di kotak penalti. Sementara peluang terakhir yang datang dari tendangan bebas Pirlo juga tak membuahkan hasil, bola yang gagal ditanduk Ronaldinho di muka gawang juga gagal diserobot Ambrosini di tiang jauh.

STORY OF GRANDE PARTITA : MILAN VS JUVENTUS

Read it before watch grande partita Milan vs Juve..
History says it's the 74th time the Rossoneri the Bianconeri come to Milan to face Carlo Ancelotti's team in a match that is always full of prestige.

Sunday night at 20.30 Milan will host Juventus in the Sunday evening match of the 35th matchday of Serie A. It was the 74th time in history that the Bianconeri face Milan at San Siro.

The balance of the 73 precedents is favorable to the Rossoneri with 25 victories and 17 defeats. 31 matches finished level. 105 goals were scored by Milan, and they conceded 88. Eight penalties were given to Milan, 10 to Juventus.

The last meeting at San Siro between the two teams corresponds to the last draw: it was the 14th matchday of last season (2007/2008) when the match on 1 December 2007, the second anticipated match of Saturday evening at 20.30, finished 0-0.

The preceding confrontation, on the 10th matchday of the 2005/2006 season, corresponds to Milan's last victory. It was 29 October 2005 and the Rossoneri beat the team coached by Fabio Capello 3-1. The three Rossoneri goals were all scored in the first half through with Seedorf in the 14th minute, Kaká in the 26th minute, and Pirlo in the 45th minute. In the second half the reaction of the Bianconeri came only in the 76th minute with Trezeguet's goal.

Juventus' last victory at San Siro came in the 2004/2005 season. The match was played on the 35th matchday, on 8 May 2005, and the Bianconeri found the winning goal in the 27th minute through Trezeguet's header. The match thus finished 0-1.

The biggest victories were the one on the 26th matchday of the 1996/1997 season and the one on the 12th matchday of the 1947/1948 season. The first meeting was also the match with the most goals: on 6 April 1997 it finished 6-1 for Juventus. These were the goalscorers: 19', 51' Jugovic (J), 32' rig. Zidane (J), 71', 81' Vieri (J), 73' Amoruso (J), 76' Simone (M). The second match, played on 7 December 1947, finished 5-0 for Milan. Goals: 24' o.g. Angeleri (J), 38' Annovazzi (M), 58' Gratton (M), 72', 90' Carapellese (M).
The last five matches at San Siro against Juventus
1 DECEMBER 2007: MILAN-JUVENTUS 0-0 (14TH MATCHDAY - SEASON 2007/2008)

29 OCTOBER 2005: MILAN-JUVENTUS 3-1 (10TH MATCHDAY - SEASON 2005/2006)

8 MAY 2005: MILAN-JUVENTUS 0-1 (35TH MATCHDAY - SEASON 2004/2005)

1 NOVEMBER 2003: MILAN-JUVENTUS 1-1 (8TH MATCHDAY - SEASON 2003/2004)

22 MARCH 2003: MILAN-JUVENTUS 2-1 (26TH MATCHDAY - SEASON 2002/2003)

News Collection Before Grande Partita : Milan Vs Juventus


Here the latest news from ACMILAN.COM before grande partita Milan against Juventus..

"I've been waiting for the match against Juve" -BECKHAM
- On Sunday at San Siro Juventus arrive, for David Beckham it will be a special match: "A fundamental match. Since I've been in Italy I have been waiting for and desiring this match. Playing against Juve - Beckham concluded - is always exciting. The atmosphere will be incredible. It will be important to win to maintain the second place."
MILAN-JUVENTUS: S. SIRO COMPLETELY SOLD OUT
A.C. Milan communicate that from 21.00 of today, Friday 8 May 2009, the tickets for the match Milan-Juventus programmed for Sunday night at 20.30 at San Siro are sold out. The income is of 2.049.168 euros.

MILAN-JUVENTUS referee: Daniele Orsato
It will be referee Daniele Orsato of Schio who will direct the evening game of the 35th matchday of Serie A between Milan and Juventus. The assistants will be Niccolai and Papi. The fourth official will be Brighi.

Declarations of Rossoneri coach Carlo Ancelotti
Here are the declarations of Rossoneri coach Carlo Ancelotti to Milan Channel's microphones today at Milanello before the afternoon training session:

Coach, Sunday night Juventus arrive at San Siro. What emotions will this match give, given also Juventus' negative moment?
"The two teams arrive at Sunday's match in different states of mind. Milan are in a good moment while Juventus are going through a delicate situation, there's a bit of bad humor, but considering our point of view, a team in difficulty could find energies that could be indispensable for the moment they are going through. That's why we have to prepare it with a lot of attention, knowing that we have to take advantage of this moment. Matches between these two teams, in any case, are always fascinating and very strongly felt. They also give a good feeling when you're able to win."

In the history of Milan-Juventus, with Carlo Ancelotti on the pitch, there was a great goal at San Siro.
"Yes, I remember it well, it was the end of December, a great goal, a nice memory."

In 2005 (Milan-Juventus of 8 May 2005) would you have preferred to play the match at night?
"I don't know if it would have changed if we had played Milan-Juventus at night, certainly it would have given us an advantage because we came from an unhappy moment: we had lost the Champions League semifinal even though we qualified anyway, but the team was tired and I don't think that playing the match at night would have given us an advantage."

After having seen the images of Gigi Buffon during the match against Lecce last Sunday, as someone who knows him, how do you think he is going through this moment?
"I think his gestures were tied to the great affection and great professionalism Buffon has towards his team mates and the club. However, only they know what happened. I think we will find a very determined Buffon, as will be Juventus."
declarations of Gianluca Zambrotta
These are the declarations of Gianluca Zambrotta to Milan Channel, today at Milanello, after the training session:
Gianluca, you have been used by the coach both on the right and on the left hand side during the game against Catania.
“These are decisions which the coach takes during the game, he knows that he can play me on both sides. Now the team only wants to continue going forward like this and win the last games which we still have to try and remain in second place.”

Milan-Juventus: it’s the hot zone of the league because from now until the end there will be four teams who have always remained in the top positions of the standings.
“These will be four very difficult games because these are all teams who are fighting to reach the Uefa Cup or to reach the preliminary round of the Champions League.”

Milan arrives to the clash on Sunday from a series of five consecutive wins.
“The wins always give morale, then apart from positive results, we are also playing well and this leads to think more positively than before. We are better also in condition, this is an important fact and we hope to maintain this physical form until the end of the season.”

What game do you expect on Sunday?
“An important game for us and it will be difficult because Juventus are a team who never give up, it will be tough.”

During the past days there were the second legs of the Champions League semi finals. How would you have seen this Milan side against these four teams?
“Right now Milan could have played against all four teams who arrived to the semi finals. We came out maybe too late due to many factors, but the important thing is to end the season and place ourselves amongst the top three in the league, so that we can start next year at great levels.”

Van Basten For AC Milan Manager!


Posisi Carlo Ancelotti di AC Milan tengah dispekulasikan. Sudah begitu, Wakil Presiden Milan Adriano Galliani menyebut Marco Van Basten yang baru jadi pengangguran layak menangani Rossoneri.

Van Basten baru saja turun dari posisinya sebagai pelatih Ajax. Artinya, dia terbuka untuk mendapatkan tawaran melatih di klub lain.

"Van Basten punya kemampuan yang pas untuk melatih Milan," kata Galliani kepada Sky Italia yang diberitakan Channel 4.

Dengan pernyataan tersebut, niscaya api spekulasi akan berkobar. Apalagi Ancelotti memang acap disebut-sebut akan hijrah akhir musim ini ke Chelsea.

"Tapi untuk saat ini, masih ada Ancelotti dan dia sangat bagus," sergah Galliani, seperti tak mau spekulasi berkembang liar.

Untuk Van Basten, Milan bukanlah klub yang asing. Semasa aktif bermain, dia pernah jadi legenda di sana.

Untuk Milan sendiri, merekrut mantan pemainnya untuk jadi pelatih juga sudah beberapa kali terjadi. Contoh-contoh terkemukanya Nils Liedholm, Fabio Capello dan juga Ancelotti.

Milan Old star , not all star -Tim tua Ala Milan.


Di milan . Karir dimulai umur 30..hahahah

Milan seperti banyak diketahui adalah klub yang paling setia menjaga pemain-pemain gaeknya. Lihatlah susunan skuad Carlo Ancelotti kini karena setidaknya ada 13 pemain yang berusia di atas 30 tahun, yang sebagian besar dari mereka bahkan menjadi anggota skuad utama Diavolo Rosso.

Beberapa di antaranya bahkan masuk kategori sangat tua karena sudah menyentuh atau berada di atas usia 35 tahun. Sebut saja Filippo Inzaghi (35 tahun), Zeljko Kalac (36), Giuseppe Favalli (36), Dida (35) dan tentu saja Paolo Maldini.

Sudah berkali-kali kebijakan mempertahankan pemain senior justru merugikan Milan sendiri karena kondisi fisik yang memang tak bisa dipaksa bekerja keras, yang membuat klub tersebut kerap tersingkir dari persaingan menjadi juara saat kompetisi makin mendekati akhir.

Meski begitu, dalam pandangan Maldini kebijakan tersebut di sisi lain justru memberi kesempatan buat pesepakbola yang tak mau buru-buru pensiun. "Sekarang, mereka tak merasakan hal itu lagi (mendapat kontrak singkat setelah berusia 30 tahun) dan Milan sudah menjadi yang terdepan untuk masalah ini," pungkas Maldini

Thiago silva , Bek Masa Depan Milan

Profile :
Full name Thiago Emiliano da Silva
Date of birth September 22, 1984 (1984-09-22) (age 24)
Place of birth Rio de Janeiro, Brazil
Height 1.84 m (6 ft +1⁄2 in)
Playing position Centre back

Milan akan ditinggal pergi seorang pahlawannya di lini pertahanan, Paolo Maldini. Siapa kira-kira yang akan pas menggantikan dirinya, legenda hidup Italia itu sudah melihat tanda-tandanya pada Thiago Silva.

Maldini sudah memutuskan akan gantung pensiun di akhir musim ini, setelah 25 musim berseragam Rossoneri hingga usianya menginjak 40 tahun. Dunia sudah tahu, betapa Maldini identik dengan Milan, dan mungkin pula sebaliknya.

Sebelum tenggat waktu untuk pensiun tiba, ia menyebutkan nama yang diperkirakan mampu menjadi pengganti sepadan dirinya. Adalah Thiago Silva, bek muda asal Brasil yang ia "pilih".

"Thiago Silva bisa melakukan banyak hal hebat. Tapi dia butuh pengalaman dari partner kawakan di dekatnya," tukas Maldini seperti dikutip Channnel4.

"Saya telah berbicara pada Adriano Galliani, Thiago harus dekat dengan Giuseppe Favalli supaya dia dapat berkembang."

"Thiago Silva memiliki segalanya untuk meraih kesuksesan. Dia melompat seperti seekor jangkrik. Dia juga cepat dan punya karakter."

Thiago Silva telah mengikat kontrak di Milan pada tahun 2008, tapi baru secara resmi memperkuat Milan musim depan. Saat ini ia masih memperkuat Fluminense. Ia sempat membela Milan di pertandingan tidak resmi melawan Hanover 96 pada 21 Januari lalu, di mana ia tampil 90 menit dan mencetak dua gol.

Thiago Silva dibawa pelatih Brasil, Dunga, dalam tim Olimpiade 2008. Ia juga bermain di laga persahabatan tanggal 10 Januari silam, antara Brasil melawan Italia di Emirates Stadium, London, dan dimainkan mulai menit ke-77 menggantikan Juan.