Bali Wedding Planner

BALI TOUR TRAVEL

Yuk Liburan ke Bali

Inno Milan

Inno Milan

Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi
Sopra un campo verde sotto un cielo blu
Conquistate voi una stella in piã
A brillar per noi
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te, Milan!!
Milan Milan sempre per te
Ooo oo... Ooo oo..
Una grande squadra
Sempre in festa olã¨
Ooo oo... Ooo oo.. Ooo oo..
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te, Milan!!
Milan Milan sempre per te
Con il Milan nel cuore
Nel profondo dell'anima
Un vero amico sei
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te, Milan!!
Milan Milan sempre con te
Ooo oo.. Ooo oo.


Tony Renis, stage name of Elio Cesari, is an Italian composer, songwriter, music producer and film actor.

Born in Milan, he debuted in the mid-fifties, paired with Adriano Celentano, performing an impression of Dean Martin and Jerry Lewis. In 1958, he signed to the label "Combo Record" as a singer and started releasing covers of Italian and American songs. In 1961, Renis debuted at the Sanremo Music Festival with the song "Pozzanghere".
In 1962, Renis gained international success with the song "Quando, Quando, Quando", written with Alberto Testa and performed at the Sanremo Music Festival.One year later, he won the same Festival with the song "Una per tutte", and, in 1967, he reached second place with the song "Quando dico che ti amo"

In 1972, he composed the song "Grande grande grande" with Alberto Testa, successfully performed by Mina, and later by Shirley Bassey under the English translation title "Never Never Never".

In 1974, he won the Nastro d'Argento for the Best Score for the score of Blu gang - vissero per sempre felici e ammazzati.

In the eighties, Tony Renis mainly worked as music producer and, in 1981, he launched the career of Nikka Costa.
In 1999, Renis received a Golden Globe Award and was nominated for an Oscar for the song "The Prayer", performed by Céline Dion and Andrea Bocelli, from the Quest for Camelot movie soundtrack.[2]

In 2005, he won a David di Donatello for the song "Merry Christmas in Love" from the film Christmas in Love. The song was also nominated for a Golden Globe for Best Original Song at the 63rd Golden Globe Awards..

Liga Champions : Zenith vs AC milan

AC Milan berhasil mencuri tiga poin penuh usai menaklukkan tuan rumah Zenit St Petesburg dengan skor 3-2 di pertandingan kedua putaran grup Liga Champions yang berlangsung di Stadion Petrovskij, Rabu (3/10) malam WIB.

Zenit Starting XI (4-3-3): Malafeev; Anyukov, Hubocan, Lombaerts, Criscito; Fayzulin, Shirokov, Witsel; Bystrov, Kerzhakov, Hulk.
Subs.: Baburin, Alves, Lukovic, Lumb, Zyryanov, Bukharov, Kanunnikov.

AC Milan Starting XI (4-2-3-1): Abbiati; Abate, Zapata, Bonera, Antonini; De Jong, Montolivo; Emanuelson, Boateng, El Shaarawy; Bojan.
Subs.: Amelia, Mexes, Yepes, Nocerino, Flamini, Robinho, Pazzini

Gol penentu kemenangan tim tamu justru terjadi karena bunuh diri yang dilakukan Tomás Hubocan pada menit ke-75. Zenit terpaksa belum bisa mengumpulkan satu poin pun di putaran grup ini.

Berkat kemenangan ini, AC Milan berhak menguasai klasemen sementara Grup C dengan mengumpulkan empat poin. Pertandingan Anderlecht kontra Malaga baru akan berlangsung setelah berita ini diturunkan. Malaga berpeluang menggeser posisi AC Milan jika mampu memenangi pertandingan nanti.

Bojan Krkic mendapat kepercayaan dari pelatih Massimiliano Allegri untuk tampil sebagai starter dalam pertandingan ini. Ia berpasangan dengan Stephan El Shaarawy di sektor depan.

Sementara itu, di kubu lawan, Alex Witsel, pemain baru seharga €40 juta dimainkan sebagai starter. Demikian pula striker Brasil yang sebelumnya bermain untuk FC Porto, Hulk.

Babak Pertama

AC Milan tampil menyerang sejak kick-off babak pertama. Kerjasama Bojan dan Luca Antonini menghasilkan umpan kepada Boateng. Sayang, tendangan pemain asal Ghana itu masih melambung di atas mistar gawang Zenit. Dua menit berselang, Bojan memiliki sebuah peluang bagus, namun ia sudah terjebak dalam posisi off-side.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada menit ke-12. Viktor Faizulin mendapat kartu kuning setelah melanggar Urby Emanuelson dengan cukup keras. Tendangan bebas Emanuelson sempat membentur Roman Shirokov sehingga kiper Zenit Vyacheslav Malafeev sudah salah arah alias terkecoh.

Rossoneri hanya butuh waktu menit untuk kembali unggul. Kali ini lewat aksi Stephan El Shaarawy, yang menggiring bola ke dalam kotak penalti dengan melewati tiga pemain bertahan sekaligus. Tendangan kerasnya tidak mampu dihalau Malafeev.

Di pertengahan babak pertama ini, Zenit nyaris memperkecil ketertinggalan. Kerjasama Tomas Hubocan dan Alexander Anyukov mampu berbuah umpan kepada Aleksandr Kerzhakov, sayang tendangan pemain yang terakhir masih melenceng dari gawang Christian Abbiati. Pada menit ke-34, Hulk memiliki peluang bagus. Setelah mampu melewati Ignazio Abate, namun tendangannya justru masih mampu diamankan Abbiati.

Dua menit berselang, Abbiati kembali melakukan penyelamatan gemilang, bahkan dua sekaligus secara beruntun. Pertama, memblok usaha tendangan Hulk, dan kedua, menghalau tandukan Shirokov yang berawal dari sepak pojok.

Tuan rumah akhirnya bisa mencuri gol saat pertandingan babak pertama sudah memasuki tambahan waktu. Hulk sukses memanfaatkan umpan Faizulin, tanpa bisa diantisipasi Abbiati. Gol menandai berakhir babak pertama dengan keunggulan tim tamu 2-1.

Babak Kedua

Zenut langsung menggebrak di awal babak kedua. Shirokov berhasil menyamakan kedudukan untuk tuan rumah pada menit ke-49 setelah memanfaatkan umpan Hulk dari tendangan sudut.

Lima menit berselang, Hulk tampak terjatuh di kotak penalti Ac Milan setelah berduel dengan Abate, namun wasit F. Brych‎ tidak mengangap itu sebagai pelanggaran. Sebelum terjadinya peluang ini, Allegri sempat menarik keluar Bojan dan memasukkan Giampaolo Pazzini.

Pada menit ke-64, Allegri juga menarik keluar Emanuelson dan memasukkan Antonio Nocerino untuk menambah daya serang tim. Satu menit kemudian, peluang didapat kubu tim tamu. AC Milan mendapat tendangan bebas setelah Boateng dijatuhkan Domenico Criscito. Tendangan bebas dilakukan Ricardo Montolivo, yang kemudian mampu disambar dengan sundulan Boateng, namun usaha itu masih mampu digagalkan barisan pertahanan lawan.

Kecerobohan dilakukan Hubocan pada menit ke-75. Berawal dari umpan Montolivo kepada Pazzini, bola justru mengenai kaki Hubocan dan mengalir deras ke dalam gawang tanpa bisa diantisipasi Malafeev. Gol bunuh diri ini memberikan keuntungan besar untuk AC Milan, yang memang berambisi meraih kemenangan perdana di Liga Champions.

Tertinggal, Zenit berusaha bangkit. Jelang tujuh menit akan memasuki masa tambahan waktu, Hulk melakukan pergerakan di sisi kiri lapangan, namun usahanya masih bisa dihentikan Abate. Abbiati kemudian melakukan penyelamatan gemilang terhadap usaha Anyukov yang mampu menerima umpan dari sepak pojok.

Dalam posisi unggul, AC Milan berusaha mengatur tempo permainan dengan lebih banyak menguasai bola. Saat pertandingan akan berakhir, Abbiati berhasil mengamankan gawangnya dari situasi bola mati. Tim tamu akhirnya mampu menyegel kemenangan perdana di putaran grup Liga Champions musim ini.


Stephan El Shaarawy Profiles

Stephan El Shaarawy

Birth date: 27/10/1992
Birth place: Savona
Height: 178
Weight: 72

Born in Savona to an Egyptian father and an Italian mother, El Shaarawy joined regional Serie A club Genoa at the age of thirteen.
On 21 December 2008, when he was 16 years and 55 days old, he made his first team debut, playing ten minutes in a Serie A away match against Chievo, becoming the fourth youngest player in the history of Serie A. It was his only appearance of the season despite making the bench many times.

In June 2010 he was loaned out to Padova for the 2010–11 Serie B season In his loan period at Padova, he quickly emerged as a key element for the team, leading the Venetian club to the promotion playoff finals where they then lost to Novara.

On 25 June 2011, El Shaarawy signed for Serie A giants Milan.
On the 18th September 2011, Stephan made his debut with Milan at the Stadio San Paolo in a 3-1 loss to Napoli in Serie A. Three days later, after coming on as a substitute for the injured Alexandre Pato, he scored his first goal for the club, earning his team a 1-1 draw at home against Udinese. In his first six months at Milan, he made a total of seven appearances (only 175 minutes of playing time) leading to reports in the media that he may be loaned out for more playing time to help his progression. However a decision was made between Galliani (the director of Milan), Allegri (the current coach) and himself to stay at the club for the near future. It was then that his performances for Milan began to improve and have led him to becoming one of the most highly rated youngsters in Italy.

El Shaarawy provided an assist for Robinho in a 3–0 win against Cesena in the Serie A on the 23rd of January, 2012 which was his first assist in Rossoneri colours. On 8 February 2012, El Shaarawy scored in a 1-2 loss against Juventus in the first leg of the 2011-12 Italian Cup semi-finals. Three days later, he scored an immensely vital winner against Udinese. It was Udinese's first home loss of the season and turned Milan's poor form around.

On 25 July 2012, El Shaarawy signed a contract extension, which will keep him with the Rossoneri until 2017.

International career
Playing with the Italy U-17 team, he took part at both the 2009 UEFA U-17 Euro and the 2009 FIFA U-17 World Cup.
He made his debut with the Italy U-21 team on 15 November 2011, in a qualifying match against Hungary.
On 15 August 2012, he made his debut with the senior Italian team, playing as a starter in a friendly game against England.

BAHASA INDONESIA
Nama Lengkap : Stephan El Shaarawy
Tempat Lahir : Savona, Italia
Tanggal Lahir : 27 Oktober 1992
Kebangsaan : Italia
Posisi : Penyerang
Bermain di Klub : AC Milan

Profil singkat

Stephan El Shaarawy adalah seorang pemain sepak bola profesional yang berasal dari Italia. Ia lahir pada tanggal 27 Oktober 1992 di Savona, Italia. Saat ini ia merupakan salah satu punggawa dari klub AC Milan dan bermain pada posisi penyerang. Selain itu ia juga termasuk pemain dalam skuad timnas Italia.

Perjalanan Karir

Karir Junior:
2006–2009 : Genoa

Karir Senior:
2009–2011 : Genoa
2010–2011 → Padova (pinjaman)
2011–Sekarang : Milan

Karir timnas:
2008–2009 : Italia U-17
2010–Sekarang : Italia U-19






GAYA RAMBUT SHARAAWY DIPROTES

Anak muda memang selalu ingin tampil bergaya. Seperti Mario Balotelli yang punya gaya rambutnya sendiri, begitu pula halnya dengan pemain muda Stephan El Shaarawy dengan gaya rambutnya.

Tapi siapa sangka gaya rambut Shaarawy mendapat protes dari para pemain senior di mana ia membela klub AC Milan di musim pertamanya.

Dalam sebuah wawancara dengan Milan Channel di Acmilan.com (4/9), Stephan El Shaarawy mengakui hal itu. Pemain berusia 19 tahun ini membocorokan segala pengalaman pertamanya ketika membela Milan di musim 2011/2012.

"Beberapa pemain senior tidak menyukai gaya rambut saya dan mereka meminta (pemain senior) untuk memotong rambut saat pertama kali tiba di markas latihan Milan di Milanello," ujar Shaarawy tanpa mau menyebut siapa pemain senior yang dimaksud.

Tapi, El Shaarawy pun dibela oleh salah seorang pemain Milan yang cukup senior. "Mereka mengatakan Marek Hamsik dan Djibril Cisse (saat itu Lazio) boleh-boleh saja menggunakan gaya rambut mowhak, kenapa dengan Stephan El Shaarawy tidak boleh," ungkap El Shaarawy menirukan pemain senior Milan tersebut.

Selain soal gaya rambut yang dibocorkan Stephan El Shaarawy, ia juga mengungkapkan bahwa ia tidak cocok bermain dengan Ibrahimovic.

Di Akhir musim, memang sempat terjadi sedikit perselisihan dan perbedaan pendapat di antara pemain senior Milan saat itu. Hal ini yang diduga membuat Milan melepas beberapa pemain senior seperti Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, hingga Alessandro Nesta.

Tapi, hingga kini El Shaarawy masih tetap menggunakan gaya rambut mowhawknya di AC Milan. 





Nigel De Jong Profiles



De Jong is addicted to the popular game Angry Birds and plays it in the dressing room before games.
 He said:
“I listen to my iPod 15 minutes before the match and play Angry Birds on my phone.
“I’m always relaxing and people scream at me to hurry up because we’ve got to go out for the game. But I keep playing Angry Birds. It’s so addictive.”

Nigel de Jong is a Dutch professional footballer who plays as a midfielder for Italian Serie A club Milan and the Netherlands national football team.

Born: November 30, 1984 (age 27), Amsterdam
Height: 1.74 m
Weight: 70 kg
Spouse: Winona de Jong
Parents: Jerry de Jong, Marja de Jong
Children: Kyan de Jong, Isaura-Siënna de Jong


De Jong moved on from Ajax in 2006 to join Hamburg in search of first team football and then moved to Manchester City in January 2009 for an estimated £18 million,where he became an important part of City's holding midfield. A tireless grafter, he has garnered a reputation of being a combative and feisty player in his performances, a reputation that has earned him nicknames such as "The Terrier" and "Lawnmower"

Ajax
On 19 October 2002, De Jong made his debut for the Ajax first team. He scored his first goal of his senior career on 18 February 2003 in a 1–1 draw against Arsenal in the Champions League. He became a first team regular the following season, in which Ajax won the Eredivisie title.In 2004–05, his last full season in Amsterdam, De Jong was named Ajax Player of the Season.After a period when he appeared regularly in midfield and defence, he found himself sitting on the bench more often than being in the starting line-up. On 7 December 2005, it was announced that De Jong did not wish to extend his contract with Ajax, which was due to end in July 2006.

Hamburg
On 26 January 2006, De Jong signed a four and a half year contract at German Bundesliga club Hamburg, the transfer fee approximately €1 million.At Hamburg he joined two other Dutchmen: Rafael van der Vaart and Khalid Boulahrouz. He made his Hamburg debut two days later in a 2–1 defeat at Nuremberg. In March 2006 De Jong scored the winning goal in Bayern Munich's first ever defeat at the Allianz Arena.The following week he received the first red card of his career for a second booking in a UEFA Cup match against Rapid Bucharest.His season was cut short in April, when he required surgery on a knee problem.The injury also kept him out of the Dutch squad for the 2006 World Cup, though he was later put on standby after regaining fitness.Manchester City

 Man City
On 21 January 2009, De Jong was signed to Manchester City for an estimated fee of £18 million by manager Mark Hughes who deployed him in the role of midfield enforcer in a team whose defence badly needed reinforcement. He signed a four-and-a-half year contract.and was assigned the number 34 shirt. He made his debut for the club against Newcastle United on 28 January 2009.He made sixteen appearances in the Premier League over the second half of the season.

De Jong was given a start against Arsenal on 12 September 2009.He was named Man of the Match by Sky Sports in a 2–1 win over Chelsea on 5 December 2009.By the end of the season he had become a firm fans' favourite as well as being one of new manager Roberto Mancini's first picks as defensive midfielder as the team narrowly missed out on a Champions League berth. De Jong scored his first goal for Manchester City in a 2–1 victory against West Ham United on 1 May 2011.

De Jong was part of the Dutch team for the 2010 FIFA World Cup managed by Bert van Marwijk. The player was in the starting line-up for their first match in the competition, a 2–0 victory over Denmark. He was suspended in the semi final against Uruguay after receiving his second yellow card of the tournament in the Netherlands' quarter-final win over Brazil.. He played in the Final of the competition which the Netherlands lost 1–0 to Spain after extra time.

Squad dan Nomor Punggung AC MILAN 2012/2013

Musim baru yang penuh revolusi.
Sambil menunggu negosiasi pemain baru, berikut tim / skuad dan Nomor Punggung AC MILAN 2012/2013.

1    Marco Amelia    Goalkeeper
2    Mattia De Sciglio    Defender
4    Sulley Muntari    Midfielder
5    Philippe Mexes    Defender
8    Antonio Nocerino    Midfielder
9    Alexandre Pato    Forward
10    Kevin-Prince Boateng    Midfielder
12    Bakaye Traoré    Midfielder
13    Francesco Acerbi    Defender
14    Rodney Strasser    Midfielder
15    Djamel Mesbah    Defender
16    Mathieu Flamini    Midfielder
18    Riccardo Montolivo    Midfielder
20    Ignazio Abate    Defender
21    Kevin Constant    Midfielder
23    Massimo Ambrosini    Midfielder
25    Daniele Bonera    Defender
28    Urby Emanuelson    Midfielder
32    Christian Abbiati    Goalkeeper
59    Gabriel    Goalkeeper
70    Robinho    Forward
76    Mario Yepes    Defender
77    Luca Antonini    Defender
92    Stephan El Shaarawy    Forward
99    Antonio Cassano    Forward

FORZA MILAN!

Montolivo to milan

It is well known that the Italian midfielder is one of Milan’s objectives for the summer after they failed to sign him last summer from Fiorentina. Now it appears that Milan have signed him on a free transfer.

According to the Italian media, Montolivo put pen to paper with Milan and La Nazione reveals the details of the terms Montolivo has reportedly agreed to: contract until 2016, with an annual salary of €2.5 million.

Monty was offered a contract extension on multiple occasions but he refused them all. Fiorentina risked losing him for free when they didn’t sell him to the summer and the former Viola captain may now be on his way to Milan. It’s suggested, though, that Milan and Montolivo have had a verbal deal since summer.

Montolivo would be an important addition to Massimiliano Allegri’s side as he’s a player capable of playing in all the roles in midfield. The 27-year-old is a national team player and will feature in the 2012 Euro’s.

AC Milan Glorie vs Glasgow Rangers

Rangers v AC Milan Legends 1-0 ( Ally McCoist goal vs Milan Legends 43′)

Rangers Legends starting lineup v AC Milan Glorie:- Goram, Weir, Gough ( captain), Amoruso, Numan, Laudrup, Rae, Albertz, van Bronckhorst, de Boer, Mols

Milan Glorie starting lineup vs Rangers legends:- Taibi, Maldini, Eranio, Costacurta, Baresi ( captain), Lentini, Evani, Papin, Boban, Massaro, Braglia


Rangers v AC Milan Legends 2nd half by heybs

Zlatan Hattrick, Palermo 0 Milan 4


Palermo 0-4 AC Milan by goalsarena2012-2

PALERMO 0 MILAN 4

Palermo: Viviano; Munoz, Migliaccio, Mantovani, Pisano; Bertolo (Aguirregaray 50), Donati, Barreto; Ilicic (Zahavi 84); Budan (Della Rocca 60), Miccoli

Milan: Abbiati; Abate, Bonera, Thiago Silva, Antonini (Mesbah 46); Nocerino, Ambrosini, Muntari; Emanuelson (El Shaarawy 54); Ibrahimovic, Robinho (Inzaghi 81)

Pada laga ini striker jangkung Zlatan Ibrahimovic menjadi bintang lapangan dengan mencetak hat-trick. Pesta empat gol Rossoneri disempurnakan bek tangguh asal Brasil Thiago Silva di babak kedua.
Palermo sebenarnya tampil menekan di menit-menit awal pertandingan. Baru dua menit pertandingan berjalan, aksi Fabrizio Miccoli memaksa Bonera melakukan pelanggaran yang berbuah tendangan bebas, sayang set-piece ini gagal dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah.

Milan cepat membalas, pada menit kelima peluang emas pertama diciptakan Il Diavolo. Bola yang melayang dari sudut lapangan mengarah tepat ke kepala Emanuelson, namun sundulannya masih menyamping dari gawang Viviano dan sejak saat ini pula dominasi tim tamu terus berlanjut.

Ibrahimovic membuka pesta gol pada menit 22. Berawal dari aksi Muntari di lini tengah, bola digulirkan pemain pinjaman dari Inter itu kepada Robinho yang kemudian menyodorkan umpan manja untuk disempurnakan Ibra.

Tertinggal satu gol Palermo coba menjawab, setidaknya dua peluang emas bisa mereka dapatkan dalam tempo singkat, namun semuanya kandas di hadapan Abbiati.


Ibra memang sedang menggila, dia kemudian memastikan hat-tricknya hanya dalam tempo lima menit. Bermula di menit 31, perpaduan Robinho dan Ibra kembali menghadirkan bencana. Umpan matang penyerang sayap Brasil itu kembali diselesaikan dengan baik untuk menaklukkan Viviano.

Empat menit kemudian fans Rossoneri kembali berjingkrak kegirangan. Super Ibra lagi-lagi memperlihatkan ketajamannya. Kali ini gilirian Urby Emanuelson yang melayani naluri tinggi Ibra di dalam kotak penalti.

Tertinggal tiga gol tidak membuat Palermo menutup diri, mereka bahkan semakin berani bermain terbuka, akan tetapi tiga gol tanpa balas bertahan hingga jeda pertandingan.

Milan tetap mengancam di awal babak kedua. Ibra nyaris mencetak gol keempatnya pada menit 48 namun kali ini sontekannya masih bisa ditepis Viviano.

Di menit 54, Max Allegri memasukkan idola baru Stephan El Shaarawy menggantikan Urby Emanuelson. Tidak perlu menunggu lama untuk membuktikan kejelian pelatih. Kurang dari lima menit berada di atas lapangan, 'Pharaoh' menyodorkan umpan silang terukur ke arah yang kemudian dijadikan gol oleh Thiago Silva.

Meski jelas terlihat kepayahan mengimbangin aksi Milan, Palermo sesekali membahyakan gawang Abbiati dan sebaliknya Milan sedikit mengendurkan serangannya. Hingga wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah 4-0 untuk keunggulan Milan.

Dengan hasil ini Milan mampu membuka jarak menjadi empat poin dengan Juventus yang masih setia membuntuti di peringka

Cesena 1 Milan 3 , Milan geser Juve

Cesena: Antonioli; Rossi, Benalouane, Rodriguez; Comotto, Santana (Martinez 82), Colucci (Guana 71), Parolo, Pudil; Mutu, Iaquinta

Milan: Abbiati; Abate, Bonera, Thiago Silva, Mesbah; Nocerino, Ambrosini (Van Bommel 51), Muntari; Emanuelson; Maxi Lopez (Inzaghi 91), Robinho (El Shaarawy 77)
Sulley Muntari menandai debutnya bersama Rossoneri dengan mencetak gol pembuka laga ini, yang kemudian diikuti Urby Emanuelson dan Robinho. Daniel Pudil membuat gol "hiburan" buat Cesena yang menjadi tuan rumah di Stadio Dino Manuzzi.

Hasil ini membuat Milan telah mengumpulkan 50 poin dari 24 pertandingan, unggul satu angka dari Juventus, yang kemarin menjadi capolista setelah menang 3-1 atas Catania. Namun "Si Nyonya Tua" masih punya sisa satu pertandingan.

Menghadapi si juru kunci Cesena, Milan menurunkan duet penyerang Maxi Lopez dan Robinho. Pelatih Max Allegri juga untuk pertama kalinya memainkan Muntari, yang dipinjam dari Inter Milan pada akhir Januari.

Dan Muntari langsung memberi debut yang impresif. Di menit 29 ia dapat me-rebound bola yang mental dari dada kiper Cesena, Francesco Antonioli saat mencoba menghadang tendangan bebas Thiago Silva. Bola masuk ke gawang, 1-0 Milan memimpin.

Hanya berselang dua menit tim tamu menggandakan keunggulannya. Pemain asal Belanda, Emanuelson, menjebol gawang Antonioli lewat tendangan keras kaki kiri, menuntaskan kerja samanya dengan Robinho.

Peluang nyata Cesena terjadi ketika sundulan Vincenzo Iaquinta memaksa Cristian Abbiati melakukan penyelamatan yang luar biasa, dengan menghalau bola ke luar. Cesena lalu mengubah taktiknya dengan menjadikan Adrian Mutu sebagai trequartista di belakang Iaquinta.

Milan terus menjauh saat babak kedua berjalan 10 menit. Robinho mengubah kedudukan menjadi 3-0, setelah ia lolos dari perangkap offside, lalu memperdaya Antonioli dengan sebuah tembakan menyilang.

Para pemain Milan secara kompak berhamburan ke pinggir lapangan, berbagi selebrasi dengan Gianluca Zambrotta yang hari ini merayakan ulang tahun ke-34.

Cesena memperoleh satu gol melalui pemain barunya, Pudil, di menit 64. Kesalahan Daniele Bonera dalam mengamankan wilayah pertahanan Milan dimanfaatkan Pudil dari ujung kotak penalti. Tendangan kerasnya tak bisa diredam Abbiati.

Tuan rumah mendapat kesempatan besar di menit 82, ketika Iaquinta lolos dari posisi offside untuk menyambut umpan Mutu. Akan tetapi tendangan volinya dimentahkan Abbiati.

Penyerang gaek Milan, Pippo Inzaghi, masuk menggantikan Maxi Lopez di injury time. Dalam waktu cepat it memperoleh sebuah peluang, tapi upaya tidak membuahkan gol. Kemenangan Milan tetap di angka 3-1


Cesena vs Milan 0:2 (Emanuelson) by mostravae0

AC Milan 4 - 0 Arsenal

AC Milan 4 - 0 Arsenal

AC Milan 4-0 Arsenal footyroom.com by footyroom

Milan: Christian Abbiati, Thiago Silva, Philippe Mexes, Luca Antonini, Ignazio Abate, Mark Van Bommel, Kevin-Prince Boateng ('70 Massimo Ambrosini), Antonio Nocerino, Clarence Seedorf ('12 Urby Emanuelson), Robinho ('84 Pato), Zlatan Ibrahimovic

Arsenal: Wojciech Szczęsny, Thomas Vermaelen, Laurent Koscielny ('44 Johan Djourou), Kieran Gibbs ('66 Alex Oxlade-Chamberlain), Bacary Sagna, Mikel Arteta, Alex Song, Tomas Rosicky, Theo Walcott ('45 Henry), Robin Van Persie, Aaron Ramsey

Zlatan Ibrahimovic menjadi salah satu pemain kunci AC Milan saat memetik kemenangan telak atas tamunya, Arsenal. Penyerang Swedia itu pun mendapat sanjungan dari kiper tim lawan, Wojciech Szczesny.

Rossonerri membuka jalan lebar ke perempatfinal usai meredam 'Gudang Peluru' dengan skor akhir 4-0 dalam pertandingan leg I babak 16 Besar di San Siro, Kamis (16/2/2012) dinihari WIB.

Di pertandingan itu, penampilan Ibra layak mendapat acungan jempol. Striker jangkung mencetak satu gol lewat titik putih plus memberikan assist bagi sepasang gol Robinho.

Dengan tambahan gol tersebut, Ibra kini mengoleksi lima gol dalam lima penampilannya buat Milan di Liga Champions musim ini.

"Kami tidak memiliki pertandingan terbaik tapi kami harus memberi kredit buat Milan yang menghukum kami di setiap gol," ujar Szczesny kepada ITV.

"Mereka lebih baik. Mereka adalah para penyerang terbaik di dunia dan bermain melawan Ibrahimovic, dia adalah salah satu penyerang terbaik yang pernah melawanku," imbuh kiper internasional Polandia itu.

Kekalahan telak ini membuat peluang lolos Arsenal hampir pasti tertutup kendati leg kedu akan digelar di Emirates, bulan depan. Kendati demikian, Szczesny meminta Arsenal bangkit untuk kembali mendapatkan kepercayaan diri.

"Kami harus terus berjuang dan memperoleh kepercayaan diri sekarang," demikian Szczesny.


Tampil dominan sejak menit awal, Milan membuka keunggulan lewat Kevin Prince Boateng di menit 15. Sebelum turun minum, tepatnya menit 38, Rossoneri berhasil menambah keunggulan melalui Robinho.

Milan unggul dengan cepat di babak kedua, dengan kembali Robinho mencatatkan namanya di papan skor. Kedudukan kemudian berubah menjadi 4-0 setelah Zlatan Ibrahimovic sukses mengeksekusi hadiah penalti yang diberikan wasit jelang laga berakhir.

Kemenangan ini membuat jalan Milan menuju babak perempatfinal Liga Champions terbuka sangat lebar. Meski masih harus melawat ke Emirates Stadium, empat gol yang dipunya Milan jadi bekal yang sangat bagus untuk setidaknya mengimbangi The Gunners pada leg kedua.

Jalannya Pertandingan

Di depan pendukungnya sendiri Milan mendominasi laga sejak menit awal pertandingan. Kesempatan pertama datang dari kerjasama satu-dua antara Boateng dan Clarence Seedorf, di mana sepakan si gelandang Belanda tipis melenceng dari sasaran.

Baru di menit 15 anak didik Masimilliano Allegri membuka keunggulan. Mendapat umpan dari tengah lapangan saat berada di kotak penalti, Boateng mengontrol bola dengan dadanya dan melepaskan tendangan voli. Dari sudut sempit sepakan Boateng menghujam mistar dan bola memantul masuk ke gawang.

Lima menit kemudian Milan nyaris menggandakan keunggulan. Berdiri bebas di muka kotak penalti, sepakan keras Nocerino tipis melayang di atas sasaran.

Arsenal menciptakan peluang terbaiknya di menit 24 dari tendangan bebas Robin van Persie. Bola yang mengarah ke kotak penalti ditanduk ke gawang oleh Laurent Koscielny, namun si kulit bundar dengan mudah diamankan Cristian Abbiati.

Tujuh menit sebelum turun minum Milan menggandakan keunggulannya. Bermula dari Zlatan Ibrahimovic yang lolos dari jebakan offside di sisi kiri, dia kemudian menusuk hingga ke dalam kotak penalti. Umpan yang dia lepaskan ke muka gawang ditanduk Robinho ke tiang jauh. 2-0 Milan unggul.

Di awal babak kedua, tepatnya menit 49, Milan berhasil menambah keunggulan. Pencetak gol ketiga Milan ini adalah Robinho.

Sama seperti gol yang dibuat sebelumnya, Robinho menjebol gawang The Gunners usai menerima umpan dari Zlatan Ibrahimovic. Tendangan yang dia lepaskan dari luar kotak penalti gagal dihalau kiper Wojciech Szczesny.

Arsenal memiliki peluang terbaiknya di menit 66, saat Van Persie berhasil melepaskan tendangan bola untuk meneruskan umpan Thierry Henry. Malang buatnya, Abbiati membuat penyelamatan gemilang untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.

Sepuluh menit sebelum pertandingan tuntas wasit menunjuk titik putih di kotak penalri Arsenal menyusul pelanggaran yang dilakukan Johan Djourou terhadap Ibra. Maju sendiri sebagai eksekutor, sepakan striker Swedia itu masuk ke gawang mesi terbaca oleh kiper Wojciech Szczesny.

Hasil Liga Italia 12 Februari 2012, Milan Atasi Udinese

Susunan Pemain
Udinese: Handanovic; Benatia, Danilo, Domizzi; Basta, Isla (Pasquale 61'), Pazienza (Torje 88'), Fernandes, Armero; Abdi; Di Natale (Floro Flores 75')

Milan: Amelia; Abate, Mexes, Thiago Silva, Mesbah; Emanuelson, Ambrosini, Nocerino (Lopez 66'); Seedorf; El Shaarawy, Robinho (Bonera 88')

Udinese tampil menggebrak di awal pertandingan, tim tuan rumah mendapatkan peluang pertama di menit ke-tujuh saat Almen Abdi melepas tembakan di garis kotak penalti AC Milan, sayang tendangannya masih menyamping.

Namun tidak butuh waktu terlalu lama bagi Udinese untuk memecah kebuntuan, Antonio Di Natale berhasil mejebol gawang Milan di menit ke-19 setelah sebelumnya melakukan kerjasama apik dengan Gelson Fernandes.

Highlights Udinese 1-2 AC Milan 11-02-2012 by Maestro21Channel

Tertinggal satu gol membuat Milan mencoba menekan pertahanan Udinese, namun meskipun berhasil menguasai permainan skuad asuhan Max Allegri tersebut tidak mampu menembus pertahanan rapat Udinese.

Bahkan, Udinese yang hampir menggandakan keunggulan melalui serangan balik di menit ke-35. Tetapi tembakan first time Di Natale setelah mendapatkan umpan matang di kotak penalti masih belum menemui sasaran sehingga kedudukan 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.


Milan mencoba langsung menggebrak di awal babak kedua, baru tiga menit berjalan, Milan mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan melalui umpan silang Robinho ke kotak penalti Udinese, sayang Nocerino gagal menyambar bola yang melintas di depannya tersebut.

Milan terus mendominasi permainan, namun mereka tetap tampak kesulitan menembus pertahanan disiplin yang diperagakan oleh skuad Udinese. Sementara tuan rumah terus mengancam Milan melalui serangan-serangan balik yang cepat, beberapa kali mereka mendapat peluang melalui Di Natale dan Armero, namun belum dapat mengubah kedudukan.

Pada menit ke-75, kembali melalui serangan balik, Udinese hampir berhasil menggandakan kedudukan. Kali ini tembakan terarah Maurizio Domizzi berhasil diantisipasi dengan gemilang oleh Marco Amelia. Satu menit kemudian, Amelia kembali menunjukkan kegemilangannya setelah berhasil memblok sepakan pemain Udinese.

Satu menit kemudian, Milan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui serangan balik usai menggagalkan tendangan penjuru Udinese. Striker abru Milan Maxi Lopez berhasil memecahkan kebuntuan setelah sontekannya berhasil merobek jala Hadanovic.

Setelah kedudukan imbang, tempo permainan kembali meningkat, El Shaarawy hampir membuat Milan balik unggul apabila dia dapat lebih tenang ketika hanya berhadapan dengan Handanovic di kotak penalti.

El Shaarawy akhirnya berhasil menebus kesalahannya setelah ia mencetak gol di menit ke-85. Memanfaatkan umpan Maxi Lopez, striker bernomor punggung 92 tersebut berhasil menaklukkan Handanovic dan membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Gol tersebut sekaligus menjadi gol kemenangan untuk Milan.

Dengan kemenangan tersebut, Milan berhak menduduki posisi puncak menggusur Juventus dengan selisih dua poin. Sementara itu, Udinese gagal menembus tiga besar karena kekalahan tersebut.

Milan 0 Napoli 0

Milan: Abbiati (Amelia 45'); Abate, Mexes, Thiago Silva, Antonini; Emanuelson, Van Bommel, Nocerino; Seedorf (Ambrosini 76'); Ibrahimovic, Robinho (Maxi Lopez 86')

Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica (Pandev 81'); Maggio, Gargano, Dzemaili (Inler 75'), Zuniga; Lavezzi, Hamsik; Cavani



Milan lagi-lagi gagal meraih poin penuh saat melawan tim yang di atas kertas memiliki kualitas yang sama. Melawan Napoli di San Siro, Minggu (5/2) malam WIB, Milan hanya bisa bermain imbang tanpa gol.

Hasil itu tak cukup baik untuk bisa menjaga peluang mereka meraih scudetto di musim ini, meski hingga laga ini berakhir, posisi mereka di peringkat dua Serie A Italia belum tergeser. Milan saat ini masih mengoleksi 42 angka.

Sementara bagi Napoli, meski sukses menahan Milan di San Siro, tambahan satu angka tak cukup baik untuk bisa memperbaiki posisi mereka di klasemen. Napoli tetap berada di papan tengah dengan 31 poin.

Laga di San Siro sejatinya berjalan seru. Kedua tim terlibat jual beli serangan untuk bisa setidaknya mencetak satu gol.

Tapi Napoli yang lebih banyak membuka kans mencetak gol di paruh pertama, di antaranya lewat aksi Marek Hamsik dan Ezequiel Lavezzi. Beruntung bagi Milan karena usaha keduanya tak membuahkan hasil.

Robinho dan Clarence Seedorf juga sempat menguji kesigapan Morgan De Sanctis mengamankan gawang Napoli lewat tendangan jarak jauh. Namun, De Sanctis bermain tanpa kesalahan untuk menyelamatkan gawangnya.

Di babak kedua, De Sanctis banyak melakukan penyelamatan penting untuk mengamankan gawangnya, mulai dari tendangan placing Zlatan Ibrahimovic, hingga sepakan keras Robinho dari dalam kotak penalti.

Di menit 65, Milan kehilangan Ibra. Striker asal Swedia itu membuat tindakan bodoh dengan menampar Aronica tanpa alasan jelas. Wasit yang mendapat masukan dari asistennya pun langsung mencabut kartu merah untuknya.

Unggul satu pemain, Napoli berusaha tampil lebih menekan. Akan tetapi, buruknya penyelesaian akhir membuat gawang Milan tetap perawan hingga laga selesai.